Pekanbaru, Detak Indonesia--Memperingati Harlah Nahdlatul Ulama ke 96 tahun, pelaksanaan vaksinasi massal dan Pasar Murah minyak goreng berjalan lancar serta memberi kenyamanan kepada masyarakat yang melakukan vaksin di Kantor PWNU Riau Jalan Dahlia Pekanbaru, Ahad (13/2/2022).
"Giat yang dilaksanakan oleh PWNU itu mendapat respon positif dari masyarakat. DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) turut mendukung acara tersebut.
Vaksinasi massal tersebut diadakan selama dua hari, Ahad dan Senin 13 sampai 14 Februari 2022 di Kantor PWNU Riau Jalan Dahlia Kelurahan Kedung Sari Kecamatan Sukajadi tepatnya bekas Kantor Dinas akesehatan Kota Pekanbaru. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai dihadiri Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad SE, Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal, dan Wali Kota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT.
PWNU Riau menyiapkan 10.000 dosis vaksin yang terdiri dari dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 atau yang dikenal dengan nama vaksin Booster.
"Selain menyediakan vaksin PWNU Riau Juga telah menyediakan sebanyak 10.000 minyak goreng kemasan untuk Pasar Murah yang digelar bersamaan dengan vaksinansi massal tersebut.
Ada yang menarik dari acara itu, setelah melakukan diskusi yang panjang dan beranjak dari niat membantu masyarakat, Ketua PWNU memutuskan merubah harga minyak goreng dari harga Rp11.500 per liter dipangkas menjadi Rp8.500 per liter, ujarnya kepada awak media.
"Alhamdulillah niat baik ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dukungan dari masyarakat maupun dukungan dari Polri. Kami mendapat kabar dari bapak Kapolda Riau, abangda Irjen Pol Muhammad Iqbal, SIK beliau mensubsidi harga minyak goreng, yang sedianya harga kita patok Rp11.500 per liter. Setelah disubsisi oleh bapak Kapolda Riau, harga kita turunkan menjadi Rp8.500 per liter," ucap Ketua PWNU Riau.
Sebelumnya diberitakan, Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad SE kepada awak media mengatakan kegiatan Vaksinasi Massal dan Pasar Murah minyak goreng ini merupakan bentuk kepedulian PWNU Riau untuk turut serta mensukseskan program Pemerintah agar masyarakat mendapatkan haknya untuk divaksin agar memiliki daya tahan terhadap virus covid 19, terakhir jenis omicron.
“Sebagaimana kita ketahui, ada varian baru dari virus covid 19 yang dikenal dengan nama omicron, dan Pemerintah telah berupaya agar masyarakat terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh virus tersebut dengan memberikan vaksin kepada masyarakat secara gratis, dan kami melihat untuk mensukseskan program Pemerintah itu perlu dukungan dari berbagai pihak agar hak masyarakat untuk mendapatkan vaksin itu dapat segera tersalurkan. Beranjak dari itu dan bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama ke 96, kami dari PWNU Provinsi Riau bekerjasama dengan Polda Riau menggelar vaksinansi massal dengan total dosis yang kami sediakan sebanyak 10 ribu dosis vaksin yang terdiri dari dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 atau booster,” ungkap Rusli Ahmad.
Selain itu, sambung Pria yang selalu peduli kepada anak yatim itu mengatakan pada acara Vaksinansi Massal tersebut PWNU Riau juga mengadakan Pasar Murah Minyak Goreng. Dengan tujuan membantu mengurangi beban masyarakat yang kabarnya harga minyak goreng melambung tinggi dan mulai susah didapatkan di pasaran.
“Maka dari itu kami dari PWNU telah menyediakan sebanyak 10.000 liter minyak goreng, dengan ketentuan satu orang hanya boleh membeli satu liter saja. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak masyarakat terbantu untuk mendapatkan minyak goreng tersebut," kata Rusli Ahmad.
Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk datang pada acara vaksinasi massal tersebut agar segera mendapatkan haknya divaksin supaya memiliki kekebalan tubuh terhadap ancaman virus covid 19 tersebut.
“Mari beramai-ramai sukseskan vaksinasi massal ini, karena sejatinya vaksinasi ini adalah hak kita yang diberikan Pemerintah agar kita terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus covid 19 ini. Kalau kita semua sudah divaksin maka diharapkan dapat menekan penyebaran virus covid 19 dan InsyaaAllah sejurus dengan pulihnya ekonomi kita," tutup Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad SE. (*/di)